Jumat, 06 April 2012

proposal PENELITIAN PENTINGNYA KESADARAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN USIA REMAJA

ANALISIS PENELITIAN PENTINGNYA KESADARAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN USIA REMAJA DI MULYOAGUNG













 










Guru Pembimbing: Marina Noor Fianti,S.Pd
Disusun oleh:
1.) Alfin hidayatullah                  (02)
2.) Henny Rosinta                       (10)
3.) Moralinda Cahyani                (14)
4.) Siti Nur Alfiyah                      (20)
5.) Susi Linda Sari                        (21)
6.) Widya Firda Fitriani              (23)

Kelas XI IPA 1
SMA NEGERI 1 BALEN
Tahun ajaran 2011/2012






HALAMAN PENGESAHAN

PROPOSAL PENELITIAN YANG BERJUDUL
ANALISIS PENELITIAN PENTINGNYA KESADARAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN USIA REMAJA DI MULYOAGUNG

Telah dibaca dan disetujui pada tanggal 16 November 2011



                                                                                                                    Bojonegoro, 16 november 2011
      Mengetahui                                                             mengesahkan
Kepala SMAN 1 BALEN                                             Guru Pembimbing
































KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat allah SWT, karena atas izin-Nyalah kami dapat menyelesaika proposal ini tanpa ada hambatan yang berarti ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada orang tua, bapak ibu guru khususnya guru pembimbing serta tak lupa kepada teman – teman yang telah bekerja sama dalam menyelesaikan tugas ini.
Kami menyadari, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses belajar. Proposal ini masih banyak memiliki kesalahan dan kekurangan oleh karena itu kami sangat berharap adanya kritikan dan saran positif yang dapat kami gunakan untuk memperbaiki  proposal ini agar lenih baik.
Kami juga berharap proposal ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Amien

Bojonegoro, 16 November 2011




                                                                          Penulis















BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Akhir – akhir ini sebagian besar anak usia remaja yang seharusnya sekolah tapi mereka memilih untuk bekerja. Terurtama anak perempuan yang enggan untuk melanjutkan sekolah. Hal ini disebabkan oleh factor ekonomi, factor keinginan pribadi, dan factor lingkungan khususnya keluarga. Misalnya ayah dan ibu yang memiliki kesdarran kurang terhadap oendidikan anaknya.
Sebagian besar orang tua berfikir, bahwa anaknn perempuan meskipun di sekolahkan setinggi apapun , pada akhirnya jug akan menjadi seorang ibu rumah tangga dengan kata lain bekerja di dapur. Factor ekonomi yang semakin lama semakin bertambah tinggi  sedang membalit warga masyarakat di pedeesaan memang selalu dinjadikan alas an bahwa mereka tidak melanjutkan sekolahanaknya. Anaknya Cuma bisa memendam keinginan skolah . hal inilah yang akan menjadi bahan penelitian untuk proposal tenteng menyakinkan orang tua akan pentingnya pendidikan bagi remaja.
1.2   Rumusan masalah
1.       Bagaimana cara meingkatkan kesadaran orang tua terhadap pendidikan anak usia remaja?
2.       Bagaimana cara mengubah opini warga masyarakat khususnya di pedesaan bahhwa anak perempuan “ ujung – ujungnya di dapur”?
1.3   Batasan masalah
Masalah yang kam,I batasi dala proposal ini tentang cara memberikan kesafaran pada orang tua tentang pendidikan di usia remaja khususnya anak perempuan. Sedangkan tentang factor ekonomi.  Factor keingina pribadi, dan factor lingkungan aka kami melakuan penelitian di desa mulyo agung.
1.4   Tujuan dan manfaat
Tujuan kami membuat proposal ini adalah
1.       Mengetahui cara meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pendidikan anak di usia remaja
2.       opini warga masyarakat khususnya di pedesaan bahhwa anak perempuan “ ujung – ujungnya di dapur”
manfaat dari pembuatan proposal ini adalah
1.       kesadaran  orang tua yang dulunya sangat minim terhadap pendidikan anak di usia remaja akan bertambah
2.       opini warga masyarakat yang  cenderung berfikiran negative dan berfikiran kuno tentang pendidikan bagi remaja putrid akan brerubah menjadi pamikiran yang positif dan lebih maju.
1.5   Hipotensi
-          Orang tua akan memberikan motivasi kepada anaknya agar mencari  ilmu sebanyak – banyaknya dan setinggi mungkin yang dapat menentukan masa depan anaknya kelak.
-          Masyarat khususnya di pedesaan akan lebih mengetahui betapa pentingnya pendidikan bagi remaja baik remaja putra maupun putri.
1.6   Metode penelitian
Metode penelitian yang di guunakan dalam proposal ini adalah metode kualitatif yaitu metode yang dilakukan dengan cara meminta pendapat orang lain melalui observasi (pengamatan) di lanjutkan dengan wawancara dan dengan memperoleh sumber ( artikel dan internet)
1.7   Setting
-          Waktu   : 1 minggu
-          Tempat                : di desa mulyoagung




BAB II
LANDASAN TEORI
2.1   PENGERTIAN PENDIDIKAN
Pendidikan adalah suatu usaha sadar da terencana untuk mewujudkan sarana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengemvbangkan potensi diri untuk memiliki kekuata spiritual agama, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akan serta keterampilan yang di erliukan dirinya dan masyarakat.
2.2   JENIS – JENIS PENDIDIKAN
1.Pendidikan formal
                Pendidikan formal adalah pendidikan yang dapat di laksanakan secara resmi dan merupakan pendidikan penting yang harus di jalani setiap orang. Misalnya : sekolah.
2.Pendidikan non formal
                pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar pandidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Hasil pendidikan non formal dapat di hargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penelitian penyetaraan oleh lembaga yang di tunjuk oloh pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan sasaran.
                Pendidikan non formal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memrlukan layanan pendidikan yang vberfungsi sebagai pengganti , penambah, dan pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjjang hayat. Selain itu pendidikan non formal juga berfunhsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian professional.
Misalnya: adalah pendidikan anak usia didni, pendidikan keterampilan (kursus) dan pelatihan kerja.

2.3   FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT TERHADAP PENDIDIKAN

                Rendahnya minat orangg tua terhadap pendidikan disebabkan oleh beberapa factor, misalnya factor pribadi (tingkat kesadaran), factor ekonomi, factor social budaya, dan factor letak geografis sekolah. Factor social budaya brkaitan dengan kultur masyarakat yang berupa persepsi atau pandangan, adat istiadat, dan kebiasaan. Peserta didik selalu melakukan kontrak dengan masyarakat. Pengaruh – pengaruh budaya yang negative dan salah terhadap dunia pendidikan akan turut berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak. Peserta didik yang bergaul dengan yeman – temannya yanh tidak sekolah atau putus sekolah akan terpengaruh dengan mereka.
                Lingkungan social budaya masyarakat adalah semua orang orang atau manusia yang dapat berpengaruh terhadap kahidupan anak. Pengaruh social budaya  tersebut dapat di lihat secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh secara langsung , pengaruh seperti di dalam pergaulan anak sehari – hari dengan teman sebanyaknya atau orang lain. Sedangkan pengaruh secara tidak langsung dapat di terjadi malalui jalur informasi, seperti radio atau televisi.
                Anak – anak yang dibesarkan di kota seperti memiliki pola fikir yang berbeda drngan anak yang di desa. Pad aumumnya anak yang tinggal di kota lebih bersikap aktif dan dinamis. Bila dibandingkan dengan anak desa yang selalu statis atau lamban. Itulah sebabnya perkembangan dan kemajuan anak yang tinggal di kota jauh lebih pesat dari pada anak yang tinggal di desa.
                Rendahnya minat untuk melanjiutkan sekolah memiliki imbas yang cukup besar. Hal ini sering terjadi di desa atau pelosok – pelosok daerah yang tergolong terpencil.  Ini trerjadi karena masih banyak masyarakat yamh kurang menyadari penringnya pendidikan. Meskipun pemerintah telah memberikan sosialisasi tentang pendidikan , tetapi masih ada sebagian anak terpaksa tidak bisa melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Kondisi ini terjadi karena masih banyak masyarakat yang kurang menyadari pentingnya pendidikan.



BAB III
KESIMPULAN

Meskipun sekarang sedang dalam situasi krisis yang mungkin berakibat pada penurunan anggaran pembangunan nasional, namun alokasi anggaran pendidikan seyogianya tak sampai berkurang. Kita menyadari bahwa pembangunan pendidikan di Indonesia jauh tertinggal di belakang dibandingkan dengan pembangunan infrastruktur. Selama tiga dasawarsa prioritas utama pembangunan nasional masih bertumpu pada pembangunan fisik, mengalahkan bidang pendidikan yang memiliki arti dan bersifat strategis serta dapat memperbaiki kehidupan negara ini. Untuk itu sudah seharusnya kita menggeser skala prioritas utama pembangunan nasional dengna menempatkan pendidikan sebagai hal yang utama.
Pendidikan tidak dapat dilihat dalam waktu yang singkat namun investasi pendidikan itu berlangsung sangat lama. Namun demikian jika kita tidak mulai membenahi pendidikan nasional sejak sekarang, maka sumber daya manusia kita akan jauh tertinggal dari negara lain dan hal tersebut sangat merugikan. Setidaknya kita menyadari sepenuhnya pendidikan merupakan agenda penting dan strategis, bukan hanya meningkatkan kualitas bangsa, melainkan juga mendorong kemajuan seluruh masyarakat. Karena itu, seluruh komponen bangsa harus mempunyai komitmen bersama untuk membangun pendidikan. Membangun pendidikan menjadi lebih penting lagi terutama dalam menyongsong milenium ketiga, yang ditandai oleh arus globalisasi yang menuntut daya saing tinggi. Karena itu, menyiapkan sumber daya menusia yang berkualitas, melalui upaya meningkatkan mutu pendidikan, merupakan suatu yang mutlak untuk membangun negara ini agar lebih memilki kompeten di dunia internasional.



Daftar pustaka:

1)      http://id.wikipedia.org/wiki/pendidikan. di akses 19 november 2011
2)      http://k-pendidikan.blogspot.com/2009/11/jenis-pendidikan. di akses 19 november 2011
3)      Dalyono.2008.psikologpendidikan.jakarta: rineka cipta

0 komentar: